JELAJAH AMANDIT DENGAN RAKIT

 ?????????????

Sebagai penyuka kegiatan arung jeram, saya jadi penasaran sama suatu daerah yang bernama Loksado. Loksado sendiri merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Loksado dapat ditempuh sekitar 5 jam perjalanan dari ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Lantas, ada apa dengan Loksado? Loksado dikenal dengan wisata bamboo rafting-nya!

Naik rakit

Bagi saya, istilah bamboo rafting terlalu bagus. Meski istilah bamboo rafting bisa go internasional, kata rakit atau bahkan getek lebih ramah di telinga. Di Pulau Jawa, naik rakit adalah hal biasa. Memang, banyak sungai di Pulau Jawa yang belum dilengkapi dengan akses jembatan. Nggak heran, rakit jadi solusi yang tepat untuk menyeberangi sungai. Biaya menyeberangi sungai dengan rakit pun cenderung murah, tak lebih dari Rp5,000. Jadi, kenapa wisata naik rakit di Loksado bisa sangat terkenal dan menarik wisatawan?

Rupanya naik rakit di Loksado memang punya daya tarik tersendiri dibandingkan naik rakit di daerah lain. Di sini, saya diajak menelusuri sungai, bukan sekadar menyeberang! Biasanya, rakit baru dibuat setengah jam sebelum digunakan. Saya dan teman-teman malah menyaksikan langsung pembuatan rakit yang menghabiskan waktu tak lebih dari setengah jam.

Rakit dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang 2-3 meter bisa diisi oleh 3-4 orang (termasuk si pengendali rakit/joki). Di bagian tengah rakit, terdapat beberapa buah bambu yang ditumpuk sehingga bisa digunakan sebagai bangku tanpa sandaran. Tak ada pegangan atau tali pengaman yang bisa dijadikan pegangan. Yang bisa diandalkan hanyalah baju pelampung yang bisa membuat kita tetap terapung bila sewaktu-waktu terlempar dari rakit. Tanpa pengaman…itulah sensasinya!

Sungai yang akan diarungi adalah Sungai Amandit. Sungai ini memang punya karakter lain dibandingkan sungai-sungai di Jawa ataupun Sumatera. Sungai Amandit tidak terlalu lebar, cukup jernih kehijauan, dan memiliki jeram dengan tingkat 1-2. Tingkat jeramnya memang tidak terlalu tinggi atau rumit—bila diarungi menggunakan perahu karet. Namun, jadi berbeda rasanya bila diarungi menggunakan rakit yang tanpa pengaman.

Hebatnya, sang joki bisa mengendalikan rakit hanya dengan menggunakan sebilah bambu panjang. Dengan gesit, ia menancapkan bambu ke dasar sungai sambil mengarahkan rakit, lantas mengambil bambu lagi dan berlari ke bagian depan-belakang rakit. Meski dulu seorang skipper, saya nggak yakin bisa ambil alih mengendalikan rakit ini dengan bambu bila sang joki tiba-tiba terlempar dari rakit.

Pemandangan di sepanjang Sungai Amandit juga berbeda dengan sungai-sungai di Jawa. Di sini, hutan Kalimantan menemani kita sepanjang sungai. Hijau, hijau, dan hijau! Sesekali, rumah-rumah suku dayak yang tinggal di Pegunungan Meratus juga nampak. Kadang, kita juga bisa menyaksikan masyarakat Dayak yang sedang beraktivitas di tepi sungai. Sensasi arung jeram tanpa pengaman dan keelokan Sungai Amandit ini bisa kita nikmati dengan biaya Rp200,000 per rakit. Pantas, wisata naik rakit ini sangat terkenal.

Dayak Malaris

Bayangan akan masyarakat Dayak yang penuh dengan tato dan menyeramkan sirna ketika saya bertemu dengan seorang guide dari suku Dayak Malaris. “Memang, orang Dayak harus gimana?” kata seorang guide yang melihat saya terheran-heran dengan penampilannya. Sebut saja Pak Mawar. Pak Mawar adalah orang Dayak Malaris asli yang sekarang menjadi guide di Loksado. Ia yang menemani saya dan teman-teman berkeliling di sekitar Sungai Amandit, termasuk berkunjung ke Kampung Dayak Malaris yang letaknya tak jauh dari titik start bamboo rafting.

Saya memang sering lupa bahwa sekarang suku Dayak tak beda dengan suku Jawa, Sunda, Madura, dan suku-suku lainnya. Mereka berpenampilan seperti biasa—tidak dengan baju adat, tato di seluruh tubuh, dan kuping dengan lubang anting yang melonggar. “Suku Dayak itu macam-macam. Kalau Dayak Malaris ini sudah sama seperti masyarakat biasa” jelas Pak Mawar.

DSCN1122copy - Copy

Anggapan saya terhadap suku Dayak Malaris ini semakin bulat ketika akhirnya saya mengunjungi pemukiman mereka. Ada balai adat, ada rumah panggung, dan ada pula rumah yang dibangun secara permanen. Kegiatan sehari-hari mereka adalah berkebun, berdagang, dan membuat tas-tas anyaman. Babi dan anjing menjadi binatang ternak yang wara-wiri di sekitar mereka. Mereka sangat ramah.

Meski terlihat sejahtera, ada juga hal-hal yang mereka keluhkan dari pemerintah setempat. Rupa-rupanya, satu-satunya jembatan penghubung perkampungan dengan desa lain rusak akibat banjir bandang. Setelah sebulan, jembatan belum juga diperbaiki. Padahal, melalui jembatan itulah masyarakat Dayak Malaris ini bisa mengantarkan hasil hutannya untuk dijual.

DSCN1096copy

Ketupat Kandangan

Jalan-jalan emang nggak bisa lepas dari makan-makan. Saat berkunjung ke Loksado dari arah Banjarmasin, kita akan melewati Kandangan. Kandangan terkenal dengan kulinernya, yakni ketupat kandangan. Wisatawan yang akan berkunjung ke/dari Loksado, biasanya menyempatkan diri untuk mencicipi makanan khas daerah setempat ini.

DSCN1080copy

Seporsi ketupat kandangan berisi beberapa potong ketupat yang lantas disiram kuah santan berbumbu rempah dengan rasa gurih. Yang jadi andalannya adalah potongan ikan gabus asap sebagai pelengkapnya. Nikmat disantap saat masih hangat. (NS/Mar/2014)

 

Sumber artikel:

https://sagarmathasnotes.wordpress.com/2015/07/10/jelajah-amandit-dengan-rakit/

Read 1878 times
Rate this item
(0 votes)

Artikel Terbaru

Wisata Keliling Ranah Minang

Di Sumatera Barat, Anda dapat mengunjungi berbagai lokasi wi

Read more
Pulau Harapan

Pulau Harapan adalah pulau penduduk yang masih asri dan tena

Read more
Makasar, Tanjung Bira, dan Tana Toraja

Pantai Losari merupakan icon Kota Makassar. Pantai ini dulun

Read more
Thailand

Karena keindahan alamnya yang mempesona dan menawan hati sia

Read more
Malaysia

Tidak sedikit pula orang Indonesia yang berwisata ke Negara

Read more
Singapura

Bagi Anda yang ingin menikmati wisata luar negeri, dapat men

Read more

Popular Artikel

Pulau Tidung

Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia.   Harga Mulai dari

Malaysia

Tidak sedikit pula orang Indonesia yang berwisata ke Negara Malaysia. Alasan utamanya tentu saja karena Malaysia dekat dengan Indonesia. Selain itu, b

subscribe

Contact us

 Email        : kawanjalan(@)gmail.com

Twitter     : @kawan_jalan

Facebook  : https://www.facebook.com/infokawanjalan

Website    : http://kawanjalan.com

 

 

About us

Kawan Jalan merupakan perusahaan jasa, terutama untuk jasa perencanaan perjalanan, pelatihan, dan juga jasa event organizer.

Kami hadir untuk memberikan pelayanan bagi Anda, dengan pengalaman yang berkesan dan menyenangkan bagi hidup Anda.